Konja, Tabloidsisaom.com – Rangkaian kerja Panitia Peresmian Gereja Katolik Stasi Santo Yohanis Rasul Konja resmi berakhir.
Gereja tersebut telah diresmikan pada 27 Desember 2025, dan sebagai tindak lanjut berakhirnya masa bakti kepanitiaan, panitia menggelar rapat evaluasi sekaligus laporan pertanggungjawaban.
Rapat evaluasi dilaksanakan di Aula Serba Guna Kampung Yarat, pada Sabtu, 31 Januari 2026, dipimpin langsung oleh Ketua Panitia, Ignasius Baru. Kegiatan ini dihadiri oleh Pastor Paroki Santo Yoseph Ayawasi, Ketua Dewan Paroki, Ketua Dewan Stasi, seluruh pengurus panitia dari masing-masing seksi, serta umat Stasi Santo Yohanis Rasul Konja dan Stasi Santo Markus Maan.
Dalam sambutan Pastor Paroki Santo Yoseph Ayawasi yang disampaikan melalui Suster Liza OSF, disampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kerja keras seluruh panitia dan umat.
“Banyak umat yang mengalami kelelahan selama proses persiapan hingga pelaksanaan peresmian. Namun puji Tuhan, hingga hari ini kita semua tetap sehat dan dapat berkumpul kembali dalam rapat evaluasi ini,” ujar Suster Liza.
Sebagai penanggung jawab Seksi Liturgi, Suster Liza mengapresiasi semangat dan dedikasi panitia yang telah bekerja maksimal sehingga acara peresmian dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar tanpa hambatan berarti.
“Semua ini terjadi karena anugerah dan kebaikan Tuhan, serta kerja sama dan pengorbanan seluruh umat,” tambahnya.
Suster Liza menegaskan bahwa keberhasilan peresmian Gereja Stasi Santo Yohanis Rasul Konja patut menjadi teladan bagi stasi dan paroki lain, meskipun berada di wilayah pedalaman, namun mampu menyelenggarakan peristiwa iman yang besar dan bermakna.

Ia juga berpesan kepada umat, khususnya Ketua Dewan Stasi, agar menjaga dan merawat seluruh aset gereja yang baru diresmikan sehingga menjadi aset berharga Gereja Katolik di Konja dan menopang pertumbuhan iman umat ke depan.
Sementara itu, Ketua Panitia Ignasius Baru memaparkan seluruh proses kerja panitia sejak tahap persiapan hingga acara puncak peresmian. Ia mengakui adanya kekurangan kecil selama pelaksanaan, namun menegaskan bahwa hal tersebut tidak mengurangi semangat kebersamaan.
“Kesalahan kecil itu wajar. Yang terpenting, kita telah menyukseskan acara ini dengan semangat gotong royong dan kebersamaan,” katanya.
Dalam sesi evaluasi, Ignasius juga menekankan pentingnya disiplin waktu, kekompakan, dan koordinasi yang lebih baik dalam setiap kegiatan gerejawi maupun kemasyarakatan ke depan.
Rapat kemudian dilanjutkan dengan penyerahan aset kerja panitia, meliputi perlengkapan, peralatan sekretariat, dokumentasi kegiatan, serta sisa saldo keuangan sebesar Rp15 juta yang secara resmi diserahkan kepada Dewan Stasi sebagai bentuk pertanggungjawaban akhir panitia.
Dengan penyerahan tersebut, seluruh rangkaian tugas Panitia Peresmian Gereja Katolik Stasi Santo Yohanis Rasul Konja dinyatakan selesai dan ditutup secara resmi. (*)
