Sorong, PBD – tabloidsisaom.com
Bagaikan raksasa yang lama tertidur, alumni Kota Studi Hollandia Jayapura di Provinsi Papua Barat Daya akhirnya bangkit dan bersatu untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah.

Momentum kebangkitan itu ditandai melalui Kegiatan Lepas Sambut dan Kongres I Ikatan Alumni Kota Studi Hollandia Jayapura Provinsi Papua Barat Daya, yang digelar di Aula Lambertus Jitmau, Kota Sorong, Senin (26/1/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri ratusan alumni dari berbagai perguruan tinggi di Kota Studi Hollandia (Jayapura) yang kini berdomisili di Papua Barat Daya. Turut hadir Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, S.Sos, unsur TNI–Polri, pimpinan DPRD, anggota MRP, tokoh agama, tokoh adat, serta tamu undangan lainnya.

Dalam membuka acara sekaligus memberikan sambutan, Gubernur Elisa Kambu menegaskan bahwa alumni Kota Studi Hollandia Jayapura merupakan kekuatan besar yang telah lama memberi kontribusi nyata bagi kemajuan Tanah Papua.

“Kita harus jujur mengakui bahwa banyak perubahan besar di Tanah Papua ini gagasannya dimulai dari Hollandia Jayapura. Mau terima atau tidak, itu adalah fakta sejarah,” tegas Elisa Kambu.
Ia mengenang masa-masa sulit para senior alumni yang dahulu berjuang dengan keterbatasan sarana, berjalan kaki dari kampung ke kampung, mendayung perahu, hingga akhirnya menjadi aparatur, pemimpin, dan pelayan masyarakat.

“Puji Tuhan, hari ini banyak dari kita dipakai Tuhan menjadi saluran berkat bagi kemajuan Papua, khususnya Papua Barat Daya,” ujarnya.
Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, Elisa Kambu menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas dedikasi alumni Hollandia Jayapura yang dinilainya konsisten menjaga spirit persaudaraan, disiplin, dan pelayanan.

Ia juga menegaskan bahwa perjuangan alumni belum selesai dan meminta seluruh alumni untuk terus mengonsolidasikan kekuatan, melanjutkan gagasan besar para pendahulu, serta menjaga organisasi alumni tetap netral dari kepentingan politik praktis.

“Organisasi alumni ini hanya punya satu kepentingan, yaitu mendedikasikan diri untuk membangun Papua Barat Daya,” katanya.


Ketua Panitia, Yanto Ije, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan peristiwa bersejarah karena untuk pertama kalinya alumni Kota Studi Hollandia Jayapura di Papua Barat Daya membentuk wadah resmi ikatan alumni.

“Hari ini kita bukan sekadar kongres, tetapi reuni besar. Kita menangis bersama, tertawa bersama, dan mengingat masa-masa perjuangan,” ungkapnya.

Kongres ini diikuti alumni dari lima kabupaten dan satu kota, yakni Kabupaten Tambrauw, Sorong Selatan, Sorong, Raja Ampat, Maybrat, dan Kota Sorong.

Panitia juga melaporkan telah melaksanakan sejumlah kegiatan pendahuluan, termasuk sayembara logo Ikatan Alumni, yang diikuti peserta dari Papua maupun luar Papua.

Pemenang sayembara logo ditetapkan atas nama Rumbawas dari Kabupaten Raja Ampat.
Selain itu, panitia mengapresiasi dukungan berbagai kabupaten/kota yang turut menyumbang konsumsi dan logistik, sehingga kegiatan tetap terlaksana meski di tengah keterbatasan anggaran.

Kongres I ini menjadi simbol kebangkitan alumni Hollandia Jayapura sebagai kekuatan intelektual dan moral yang siap bersinergi membangun Papua Barat Daya.

Menutup rangkaian kegiatan, Ketua Panitia Yanto Ije menegaskan bahwa Ikatan Alumni Kota Studi Hollandia Jayapura harus menjadi rumah besar persaudaraan dan pengabdian bagi seluruh alumni.

“Ikatan alumni ini kita bangun bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok, tetapi sebagai wadah persaudaraan dan pengabdian. Dari sinilah kita bersatu, bergerak, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan Papua Barat Daya,” tutup Yanto. (*)