Maybrat, Tabloidsisaom.com – Aktivitas pelayanan kesehatan di Distrik Aifat Utara, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya, dilaporkan telah mandek selama lebih dari tiga bulan akibat aksi pemalangan terhadap Kantor Puskesmas dan Kantor Distrik setempat.

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan bahwa pemalangan Kantor Puskesmas dilakukan oleh pihak tertentu yang merasa kecewa terkait persoalan jatah tenaga honorer daerah (Honda) bagi anak mereka yang diduga dialihkan oleh oknum pejabat berwenang di lingkungan Pemerintah Kabupaten Maybrat.

Aksi pemalangan tersebut diketahui terjadi sejak 22 Desember 2025 dan hingga kini belum ada tanggapan serius dari pemerintah daerah untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Akibatnya, pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah Aifat Utara tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRK Maybrat, Silas Frasawi, saat ditemui media ini di ruang kerjanya pada Senin (17/3/2026), menyampaikan bahwa pihak DPRK telah memperhatikan dinamika yang terjadi antara pihak Puskesmas dan Kantor Distrik Aifat Utara.

Menurutnya, mandeknya aktivitas pelayanan kesehatan dan administrasi pemerintahan di wilayah tersebut merupakan persoalan penting yang harus segera mendapat perhatian serius.

“Sebagai Ketua DPRK Kabupaten Maybrat dan representasi rakyat, kami melihat bahwa kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut pelayanan dasar bagi masyarakat,” ujar Silas, yang juga dikenal sebagai politisi termuda dari Partai NasDem Kabupaten Maybrat.

Ia menyampaikan bahwa dalam waktu dekat, atau setelah masa liburan, dirinya akan memerintahkan Komisi III DPRK Maybrat yang membidangi pengawasan untuk segera turun ke lapangan guna melakukan audiensi dengan pihak-pihak terkait.

Audiensi tersebut akan melibatkan Kepala Puskesmas, Kepala Distrik, para tokoh masyarakat, serta kepala-kepala kampung di Distrik Aifat Utara.

Langkah ini dilakukan agar aktivitas pelayanan di Puskesmas maupun Kantor Distrik Aifat Utara dapat kembali berjalan normal sehingga masyarakat dapat kembali memperoleh pelayanan kesehatan dan administrasi pemerintahan.

Silas juga menegaskan bahwa fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan Puskesmas merupakan sarana utama yang sangat dibutuhkan masyarakat, terutama bagi masyarakat yang berada di daerah terpencil.

Karena itu, ia memastikan bahwa dalam waktu dekat aktivitas pelayanan di Kantor Puskesmas maupun Kantor Distrik Aifat Utara harus kembali normal dan melayani masyarakat seperti biasa.

Ia juga mengimbau kepada para tokoh masyarakat, kepala kampung, serta seluruh masyarakat di wilayah Aifat Utara untuk bersama-sama mendukung proses penyelesaian masalah tersebut agar pemalangan dapat segera diakhiri dan pelayanan kepada masyarakat dapat kembali berjalan, tutup silas