Maybrat – Umat Katolik Stasi Santo Yohanis Rasul Konja bersama Stasi Santo Markus Maan menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyambut peresmian Gereja Katolik Stasi St. Yohanis Rasul Konja yang akan dilaksanakan pada 27 Desember 2025 mendatang.

Sebagai bagian dari persiapan tersebut, umat tengah membangun rumah adat khas Maybrat yang dikenal dengan Samu Wohah atau Taro (rumah dangsa). Rumah adat ini disiapkan sebagai simbol sukacita, persatuan, dan penghormatan terhadap budaya leluhur dalam menyambut hari bersejarah peresmian gereja.
Hal ini disampaikan oleh Koordinator Seksi Adat, Yakobus Turot, saat ditemui media ini, Rabu (5/11/2025).

Menurut Yakobus, Samu Wohah atau Taro merupakan rumah panggung tradisional yang biasa digunakan masyarakat Maybrat sebagai tempat bersantai, berdangsa, serta menggelar pesta adat. Pembangunan rumah adat ini menjadi wujud pelestarian budaya sekaligus sarana memperkaya nuansa adat dalam peresmian gereja.

“Samu Wohah atau Taro dibangun menggunakan bahan-bahan alami seperti kayu, tali rotan, serta daun sebagai atapnya. Semua berasal dari alam sekitar tanpa menggunakan bahan buatan. Ini menjadi bukti bahwa karya ini benar-benar mengangkat harkat dan martabat budaya orang Maybrat,” ujar Yakobus.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk ikut menyaksikan dan terlibat dalam proses pembuatan Samu Wohah agar nilai-nilai budaya tersebut tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi mendatang.
“Budaya adalah harkat dan martabat orang Maybrat. Dari leluhur sampai generasi kami sekarang, budaya selalu menjadi bagian penting dalam kehidupan kami,” tambahnya.

Yakobus menegaskan bahwa pembangunan Samu Wohah dan Taro merupakan bagian dari kesiapan umat dalam memperkenalkan jati diri budaya Maybrat serta menyambut peresmian gereja dengan penuh sukacita.

“Kami siap menghadirkan semua orang dari berbagai kalangan, baik dari pelosok Maybrat maupun dari luar daerah, untuk bersama-sama menyaksikan peresmian gereja ini,” katanya.
Ia juga mengungkapkan rasa syukur dan haru atas berdirinya rumah ibadah yang telah lama dinantikan umat.

“Kami sudah lama mencucurkan air mata untuk memimpikan rumah Tuhan. Dari yang belum ada hingga kini berdiri megah, kami sangat bersyukur. Oleh karena itu, kami ingin menyambut hari peresmian ini dengan semangat dan kegembiraan yang besar,” pungkas Yakobus. (*)