Maybrat – Ketua DPRK Kabupaten Maybrat, Silas Frasawi memimpin Rapat Paripurna Istimewa DPRK Kabupaten Maybrat masa sidang kedua tahun 2026 dengan agenda pemilihan dan penetapan Wakil Ketua III DPRK Kabupaten Maybrat jalur pengangkatan Otonomi Khusus (Otsus), yang digelar pada Senin (18/5/2026).

Rapat paripurna tersebut dihadiri oleh Bupati Maybrat, Karel Murafer, Wakil Bupati Maybrat, Ferinansus Solossa, Sekretaris Daerah Maybrat, Ferdinandus Taa, sebanyak 20 anggota DPRK Maybrat, 5 anggota DPRK jalur Otsus, serta para tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua DPRK Maybrat, Silas Frasawi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menghadiri rapat paripurna tersebut. Ia menegaskan bahwa agenda pemilihan dan penetapan Wakil Ketua III DPRK Maybrat jalur pengangkatan Otsus merupakan bagian penting dari implementasi amanat Otonomi Khusus Papua dalam sistem pemerintahan daerah.

Menurutnya, keberadaan anggota DPRK jalur pengangkatan merupakan bentuk afirmasi politik bagi Orang Asli Papua agar dapat terlibat langsung dalam proses pengambilan kebijakan daerah. Hal tersebut, kata dia, telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua serta Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang perubahan atas UU Otsus Papua.

Politisi muda dari Partai NasDem itu menekankan bahwa kehadiran anggota DPRK jalur pengangkatan harus dimaknai sebagai upaya memperkuat representasi masyarakat adat, menjaga nilai-nilai kearifan lokal, serta memastikan pembangunan daerah benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat Papua secara menyeluruh.

Ia juga mengajak seluruh anggota DPRK, baik dari jalur partai politik maupun jalur pengangkatan Otsus, untuk menjaga persatuan, solidaritas, dan kehormatan lembaga DPRK Maybrat.

Menurutnya, proses demokrasi tidak boleh menimbulkan perpecahan di antara sesama anak negeri, melainkan harus menjadi momentum memperkuat kebersamaan demi kemajuan Kabupaten Maybrat.

Dalam pidatonya, Silas Frasawi turut menyoroti berbagai tantangan pembangunan daerah, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat di kampung-kampung.

Ia berharap pimpinan DPRK yang nantinya terpilih mampu membangun komunikasi yang baik, menjaga stabilitas politik daerah, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, serta memperjuangkan kepentingan masyarakat secara adil dan bertanggung jawab.

“Jabatan pimpinan DPRK bukan semata-mata kedudukan politik, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh integritas, tanggung jawab, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Silas Frasawai dalam sambutannya.

Di akhir pidato, ia mengajak seluruh peserta rapat untuk menjaga suasana sidang tetap aman, tertib, dan penuh semangat persaudaraan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, musyawarah, dan adat istiadat dalam setiap proses pengambilan keputusan di Kabupaten Maybrat, tutup silas. (*)