Maybrat, Papua Barat Daya – Julukan “pahlawan tanpa jasa” memiliki makna yang sangat mendalam bagi seorang guru. Jasa mereka begitu besar dalam membangun masa depan bangsa, namun sering kali tidak dibalas dengan materi maupun pengakuan formal.

Sosok itulah yang melekat pada almarhum Guru Yanuarius Fanataf, S.Pd. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai pribadi yang ramah, sopan, dan penuh kasih terhadap sesama dewan guru maupun siswa-siswi di SD YPPK Santo Petrus Ayawasi.

Suasana duka menyelimuti halaman SD YPPK Santo Petrus Ayawasi saat jenazah almarhum tiba dari rumah duka untuk berpamitan bersama para guru dan siswa-siswi, pada Rabu sore, 20 Mei 2026.

Tangis haru pun pecah ketika jenazah almarhum Yanuarius Fanataf tiba di halaman sekolah. Para dewan guru bersama siswa-siswi mencucurkan air mata dan larut dalam kesedihan melepas sosok guru yang telah mengabdikan hidupnya bagi dunia pendidikan.

Dalam upacara penghormatan terakhir tersebut, Kepala Sekolah SD YPPK Santo Petrus Ayawasi, Bernadetha Hae, menyampaikan sambutan hangat dan penuh haru untuk menghantar kepergian almarhum menuju rumah Allah Bapa di surga.

Diketahui, almarhum Yanuarius Fanataf menghembuskan napas terakhir pada Senin malam sekitar pukul 19.00 WIT, usai pada pagi harinya memimpin upacara pembukaan ujian nasional bagi siswa-siswi kelas VI.

Ia mengatakan bahwa hari itu menjadi kesempatan terakhir bagi keluarga besar sekolah untuk berpamitan secara langsung kepada almarhum Guru Yanuarius Fanataf.

Sebagai kepala sekolah, dirinya juga menyampaikan terima kasih atas pengabdian almarhum yang telah melayani di SD YPPK Santo Petrus Ayawasi sejak tahun 2012 hingga tahun 2026.

“Beliau adalah guru yang baik, yang selalu mendampingi para dewan guru lainnya dalam mendidik dan mengajar generasi emas di Kabupaten Maybrat, terlebih khusus generasi emas di Aifat Utara,” ujarnya.

Selain itu, Kepala Sekolah juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila selama kurang lebih 14 tahun kebersamaan terdapat kesalahan maupun kekhilafan terhadap almarhum.

Kepergian Guru Yanuarius Fanataf meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, dewan guru, dan seluruh siswa-siswi SD YPPK Santo Petrus Ayawasi.

Selamat jalan, Guru Yanuarius Fanataf, S.Pd.
Selamat berbahagia bersama para kudus di surga. (*)