Maybrat, TABLOIDSISAOM.com —
Perayaan Misa Malam Natal pada 24 Desember 2025 menjadi momentum bersejarah bagi umat Katolik Stasi Santo Yohanes Rasul Konja dan Stasi Santo Markus Maan.
Pada malam yang penuh sukacita tersebut, umat secara resmi menutup 41 tahun perjalanan Gereja Lama Stasi Santo Yohanes Rasul Konja, sebelum seluruh aktivitas peribadatan dipindahkan ke gereja baru.

Gereja lama yang mulai dibangun pada tahun 1984 merupakan hasil karya dua tokoh pendiri, Willem Unafu Turot dan Markus Niah Bame. Selama lebih dari empat dekade, gereja ini menjadi pusat persatuan umat dari wilayah Yarat dan Konja sekitarnya dalam membangun iman, persaudaraan, serta kehidupan sosial masyarakat Konja.
Putra kandung almarhum Willem Unafu Turot mengenang bahwa sejak awal gereja ini didirikan sebagai simbol persatuan umat dan komitmen bersama untuk membangun negeri secara berkelanjutan. Para tokoh pendiri juga berpesan agar gereja dan pemerintahan tidak lagi berpindah-pindah, melainkan tetap berakar di Konja demi kemajuan wilayah tersebut.
Rencana pemindahan seluruh perlengkapan liturgi dari gereja lama ke gereja baru akan diawali dengan upacara adat berpamitan kepada para leluhur dan tokoh pendiri, sebagai bentuk penghormatan atas jasa mereka dalam meletakkan dasar iman di wilayah ini.
Gereja baru Stasi Santo Yohanes Rasul Konja dijadwalkan akan diresmikan pada 27 Desember 2025 oleh Uskup Keuskupan Manokwari–Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega, Pr.
Dalam homilinya, Pastor Yanpiter Fatem, OSA menegaskan bahwa peristiwa kelahiran Yesus Kristus adalah peristiwa Allah yang masuk ke dalam sejarah, budaya, dan kehidupan manusia secara nyata.
“Allah hadir dalam keluarga, daerah, waktu, dan budaya tertentu. Karena itu nilai-nilai budaya manusia harus terus diperbarui dan dihargai,” ungkap Pastor Yanpiter.
Ia juga menegaskan bahwa perayaan Natal bukanlah peristiwa simbolik semata, melainkan sejarah nyata kelahiran Sang Juru Selamat yang memberi terang di tengah berbagai tantangan dan pergumulan hidup manusia.
Menutup homilinya, Pastor Yanpiter berharap agar Stasi Santo Yohanes Rasul Konja, dengan berdirinya gereja baru yang megah, dapat segera ditetapkan menjadi pra-paroki hingga paroki mandiri di masa mendatang.
Perayaan Malam Natal 2025 pun menjadi tanda berakhirnya satu babak sejarah, sekaligus awal perjalanan baru iman umat Katolik Konja menuju masa depan yang lebih kokoh dan penuh harapan.
