SORONG, TABLOIDSISAOM.COM — Persoalan sampah di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, kembali menjadi perhatian. Tokoh pemuda sekaligus penggerak lingkungan, Natanyel Jitmau, S.T., menyerukan gerakan bersama antara masyarakat dan pemerintah untuk menangani persoalan sampah secara lebih serius dan berkelanjutan.
Natanyel yang juga merupakan Ketua Gerakan Peduli Lingkungan (GPL) menyampaikan imbauan tersebut melalui sambungan telepon seluler kepada awak media pada Jumat, 2 Oktober 2026. Ia menilai persoalan sampah di Kota Sorong membutuhkan kesadaran masyarakat sekaligus langkah nyata dan terukur dari pemerintah daerah.
Menurut Natanyel, persoalan sampah tidak semestinya hanya dibebankan kepada petugas kebersihan maupun pihak ketiga. Seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersihan lingkungan, dimulai dari hal-hal sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, termasuk di fasilitas umum maupun tempat penampungan sementara (TPS).
“Penanganan sampah di Kota Sorong membutuhkan komitmen bersama yang serius, baik dari kesadaran warga maupun langkah taktis pemerintah. Kita tidak boleh membiarkan kota ini terus-menerus berada dalam kondisi darurat sampah akibat pengelolaan yang tidak efektif,” ujar Natanyel.
Ia juga mendorong Pemerintah Kota Sorong agar melakukan evaluasi terhadap sistem dan kinerja penanganan sampah. Menurutnya, pengawasan terhadap pihak ketiga yang terlibat dalam pengelolaan sampah juga perlu dioptimalkan agar pelayanan kebersihan berjalan secara efektif.
Natanyel menegaskan, Gerakan Peduli Lingkungan (GPL) akan terus mengambil bagian dalam mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk membangun pola hidup bersih serta menjaga kelestarian lingkungan.
“Kebersihan harus menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat dan pemerintah harus saling mendukung dan bersinergi agar Kota Sorong menjadi kota yang lebih bersih, sehat dan nyaman,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa persoalan sampah bukan hanya menyangkut keindahan kota, tetapi juga dapat berdampak terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat. Sampah yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menyumbat saluran air dan memperbesar risiko terjadinya banjir di sejumlah wilayah Kota Sorong.
Karena itu, Natanyel mengajak seluruh pemuda dan masyarakat Kota Sorong untuk tidak tinggal diam. Menurutnya, gerakan menjaga kebersihan harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan tempat tinggal, hingga menjadi gerakan bersama seluruh masyarakat.
“Jadikan kebersihan sebagai budaya kita setiap hari. Kota Sorong adalah rumah kita bersama, sehingga menjaganya juga menjadi tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.
Pewarta. Yi
