Konja, Tabloidsisaom.com – Umat Stasi Santo Yohanes Rasul Konja dan Stasi Santo Markus Maan merayakan Misa Kamis Putih dengan penuh sukacita dan kekhusyukan. Perayaan Ekaristi tersebut dipimpin oleh Pastor Didimus Pati, S.Scap, didampingi Diakon Willem Welerubun, OSA, bertempat di Gereja Katolik Stasi Santo Yohanes Rasul Konja pada Kamis (2/4/2026).
Dalam kotbahnya, Pastor Didimus menyampaikan bahwa setiap perayaan Kamis Putih selalu menghadirkan suasana yang khas: hening, kudus, namun juga hangat dan penuh makna. Umat diajak untuk mengenang malam ketika Yesus Kristus tidak hanya mengajarkan kasih melalui kata-kata, tetapi menunjukkannya secara nyata melalui tindakan sederhana—membasuh kaki para murid-Nya.
“Tindakan membasuh kaki bukan sekadar simbol, melainkan pesan kuat bahwa kasih sejati harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa di tengah kehidupan modern, banyak orang cenderung mengejar status dan pencitraan. Namun Yesus justru memberikan teladan sebaliknya: merendahkan diri, mengambil posisi sebagai pelayan, bahkan membasuh kaki murid-murid-Nya, termasuk Yudas yang akan mengkhianati-Nya.
“Ini bukan hanya tentang air dan kaki yang kotor, tetapi tentang hati yang mau melayani tanpa syarat. Yesus tidak menghakimi siapa yang layak atau tidak, tetapi mengasihi semua orang,” tambahnya.
Lebih lanjut, Pastor Didimus mengingatkan bahwa meskipun kasih Allah begitu besar, manusia seringkali masih terjebak dalam sikap menghakimi, iri hati, dan pikiran negatif terhadap sesama. Ia menekankan bahwa kehidupan tidak selalu berada dalam kondisi baik dan bahagia; ada suka dan duka yang harus dijalani.
Melalui perayaan Kamis Putih, umat diajak untuk merenungkan kembali makna pelayanan, kerendahan hati, serta kasih yang tulus dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga menyinggung peristiwa ketika salah satu murid menolak saat Yesus hendak membasuh kakinya. Hal ini, menurutnya, menggambarkan bahwa manusia terkadang sulit menerima kasih dan pelayanan, baik dari Tuhan maupun dari sesama.
“Pesan penting lainnya adalah belajar untuk menerima dan memberi dengan tulus. Jangan hanya mau dilayani, tetapi juga harus siap melayani,” ujarnya.
Di akhir kotbah, umat diingatkan akan sabda Yesus: “Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat.”
Perayaan Kamis Putih ini menjadi momen refleksi bagi seluruh umat untuk menumbuhkan kasih yang membasuh, bukan menghakimi, dalam kehidupan bersama. (*)
