Maybrat, Tabloidsisaom.Com — Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya, berlangsung khidmat dan tertib. Kegiatan tersebut melibatkan personel TNI, Polri, Brimob, serta pelajar dari tingkat SD, SMP, hingga SMA.
Pasukan upacara terdiri atas satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) Kodim 1809/Maybrat, satu Satuan Setingkat Peleton (SST) Satgas Yonif 764/IB, satu SST Brimob Maybrat, satu SST Polres Maybrat, serta dua SSK pasukan gabungan pelajar SMA, SMP, dan SD.
Upacara tersebut dihadiri Wakil Bupati Maybrat Ferdinandus Solossa, S.E., Kapolres Maybrat AKBP Jandry D. Sairlela, S.I.K., Dansatgas Yonif 764/IB Letkol Inf. Aditya Susanto, S.IP., Pjs. Kasdim 1809/Maybrat Mayor Inf. Anwar Kolly, Wadansatgas Pasmar 9/BH Mayor Mar Gita, serta sejumlah pejabat TNI-Polri lainnya.
Turut hadir Danramil 04/1809 Kapten Inf. Benoni Howay, Danramil 02/1809 Kapten Inf. S. Tamaela, Danramil 03/1809 Lettu Inf. Pardi, Danki Brimob BKO Polda Papua Barat Ipda Abdul Haris, para kepala distrik dan kepala kampung se-Ayamaru Raya, serta para guru SD, SMP, dan SMA.
Rangkaian upacara dimulai sekitar pukul 08.45 WIT dengan persiapan pasukan. Satu menit kemudian, Danup memasuki lapangan upacara, disusul Inspektur Upacara (Irup) pada pukul 08.48 WIT dan dilanjutkan dengan penghormatan pasukan.
Selanjutnya, Danup melaporkan kesiapan pasukan kepada Irup yang kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan pasukan. Rangkaian upacara dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, pengucapan Sapta Marga, hingga tanda kebesaran buka dan pemasangan sangkur oleh pasukan.
Dalam amanatnya yang dibacakan Irup, Dandim 1809/Maybrat Letkol Inf. Arif Setyo Utomo menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh prajurit dan ASN TNI di seluruh Indonesia atas dedikasi, loyalitas, kerja keras, serta pengabdian kepada bangsa dan negara.
Menurutnya, pengabdian tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi, kesiapan, dan profesionalisme sesuai bidang tugas masing-masing. Hal tersebut penting agar seluruh sumber daya yang dipercayakan kepada TNI dapat digunakan secara optimal serta dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya.
Ia juga menekankan bahwa lingkungan strategis terus mengalami perubahan. Ketidakpastian global, dinamika ruang informasi dan kognitif yang dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan institusi negara, ancaman terhadap keutuhan wilayah, serta tuntutan integritas dalam pengelolaan sumber daya negara menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.
“Momentum HUT ke-81 ini harus menjadi tonggak dalam memperteguh tekad kita untuk menjaga persatuan,” demikian inti amanat yang disampaikan dalam upacara tersebut.
Dalam amanat tersebut juga ditegaskan bahwa kepercayaan rakyat terhadap TNI merupakan hasil dari pengabdian yang telah diberikan selama ini. Kepercayaan tersebut merupakan kehormatan sekaligus amanah yang harus dijaga oleh seluruh prajurit TNI.
Sejalan dengan itu, negara terus memperkuat TNI melalui peningkatan kesejahteraan prajurit dan ASN TNI serta modernisasi alat peralatan pertahanan dan keamanan.
Semakin kuat dan modern kemampuan TNI, lanjut amanat tersebut, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipikul dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Karena itu, TNI dituntut untuk terus membangun sinergi dengan seluruh komponen bangsa agar kekuatan TNI menjadi bagian dari kekuatan nasional dalam menjaga stabilitas, mengawal pembangunan, serta mendukung terwujudnya Indonesia yang semakin maju, berdaulat, adil, dan makmur.
Selain itu, seluruh prajurit diminta menguasai alat peralatan pertahanan dan keamanan serta teknologi yang menjadi tanggung jawabnya. Peralatan tersebut harus digunakan secara optimal dan terintegrasi, disertai peningkatan kemampuan untuk menghasilkan daya tangkal dan daya tempur yang nyata.
Setiap penugasan dan pengalaman juga harus dijadikan sebagai bahan pembelajaran. Para prajurit didorong untuk terus mengembangkan inovasi serta menyesuaikan doktrin, pendidikan, latihan, dan kemampuan dengan perkembangan ancaman yang ada.
Seluruh penekanan tersebut diharapkan dapat dilaksanakan secara konsisten sehingga nilai PRIMA menjadi arah pengembangan kemampuan TNI dalam berpikir, bersikap, dan bertindak, baik saat ini maupun di masa yang akan datang.
Upacara kemudian ditutup dengan doa agar Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, perlindungan, dan kelancaran kepada seluruh prajurit dalam melaksanakan tugas pengabdian terbaik kepada bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Peringatan HUT ke-81 TNI di Maybrat ditutup dengan semangat kebersamaan dan pengabdian melalui seruan:
“Dirgahayu Tentara Nasional Indonesia. TNI PRIMA! TNI Kuat Bersama Rakyat Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur. (*)
