Maybrat – Insiden pemalangan Puskesmas Mare yang terjadi pasca pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Maybrat akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan. Puskesmas tersebut kini telah dibuka kembali dan siap beroperasi seperti biasa.

Hal ini disampaikan Ketua Tim Pemenangan Murafer–Solossa (MUSA) wilayah Mare Raya, Deki Natalis Bame, kepada wartawan Tabloidsisaom pada 30 April 2026.

Deki menjelaskan, pemalangan yang terjadi pada 28 April 2026 merupakan bentuk spontanitas dari para pendukung MUSA di ibu kota Distrik Mare, menyusul pelantikan Kepala Puskesmas Mare. Namun, persoalan tersebut berhasil diselesaikan melalui pendekatan kekeluargaan.

Proses penyelesaian difasilitasi oleh Deki Natalis Bame selaku Koordinator Tim Pemenangan MUSA Distrik Mare, bersama para tokoh masyarakat dan intelektual setempat, di antaranya Isak Yekwam (Kepala Sekolah SD YPPK St. Mikael Suswa), Wilibrodus Bame (Kepala Kampung Kombif), Mikael Angelo Bame (tokoh pemuda), Aleksander Bame (staf guru), Yosihta Bame (staf guru SD YPPK St. Mikael Suswa), serta masyarakat dari empat kampung di ibu kota Distrik Mare.

Dalam kesepakatan tersebut, Deki N. Bame menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah membuka diri untuk menyelesaikan masalah. Ia menegaskan bahwa pada 30 April 2026, pemalangan secara resmi dibuka dan dinyatakan selesai.

Mewakili lima tokoh Distrik Mare, Mikael Angelo Bame juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Maybrat atas pelantikan Kepala Distrik Mare, Kepala Puskesmas Mare, serta sejumlah pejabat Eselon II, III, dan IV yang dinilai telah memberikan kepercayaan kepada putra-putri daerah Mare.

Sementara itu, mewakili sembilan kepala kampung se-Distrik Mare, Wilibrodus Bame mengimbau seluruh pihak untuk menerima keputusan bupati. Ia menegaskan bahwa keterbatasan jabatan harus dipahami bersama sehingga tidak perlu ada pemaksaan kehendak.

“Kami berharap setelah pemalangan ini dibuka, Bupati dan para pimpinan OPD yang baru dilantik dapat bekerja secara merata, terutama memperhatikan kebutuhan pembangunan di wilayah Mare seperti jalan, jembatan, air bersih, listrik, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi,” ujarnya.

Ia menambahkan, dukungan politik yang diberikan masyarakat bertujuan agar pemerintah lebih memperhatikan berbagai persoalan pembangunan di daerah tersebut.

Selain itu, masyarakat juga meminta kepada Kepala Puskesmas Mare yang baru dilantik agar dapat menjalankan tugas dengan baik serta tinggal di tempat tugas guna memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal kepada masyarakat.

“Kami siap bekerja sama dan mendukung pemerintah dalam pembangunan di wilayah ini, termasuk dalam sektor kesehatan,” tutupnya.