Maybrat – Wakil Bupati Maybrat, Ferdinandus Solossa, memimpin upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Maybrat, Senin (29/6/2026). Upacara tersebut diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Maybrat.

Dalam amanatnya, Wakil Bupati membacakan sambutan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang menekankan pentingnya keluarga sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.

Menurutnya, Hari Keluarga Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk merefleksikan kembali peran keluarga sebagai tempat yang aman, tangguh, dan mampu melahirkan generasi unggul di tengah berbagai tantangan zaman.

“Ketangguhan keluarga bukan lagi sebuah pilihan, tetapi menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar apabila Indonesia ingin tetap kuat menghadapi perubahan global yang semakin cepat,” ujar Ferdinandus Solossa.

Dalam pidato tersebut dijelaskan bahwa Indonesia saat ini sedang memasuki masa bonus demografi, yakni kondisi ketika jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan usia nonproduktif. Momentum tersebut dinilai sebagai peluang besar menuju Indonesia Emas 2045 apabila mampu dikelola melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Ia menegaskan bahwa pembangunan SDM harus dimulai dari keluarga melalui tiga pilar utama, yaitu kesehatan, pendidikan karakter, dan ketahanan mental.

Pemerintah juga terus mengajak seluruh keluarga untuk mencegah stunting dengan memastikan pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan, membangun karakter anak sejak dini, serta menciptakan lingkungan keluarga yang mampu menjaga kesehatan mental generasi muda.

Wakil Bupati turut mengingatkan pentingnya peran ayah dalam pengasuhan anak. Menurutnya, kehadiran seorang ayah tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga harus hadir secara emosional dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Selain itu, ia mengajak para orang tua agar bijak dalam mengawasi penggunaan gawai oleh anak-anak agar tidak berdampak negatif terhadap perkembangan karakter dan masa depan mereka.

Mengakhiri sambutannya, Ferdinandus Solossa mengajak seluruh masyarakat menjadikan Hari Keluarga Nasional sebagai momentum memperkuat komitmen membangun keluarga yang sehat, harmonis, cerdas, dan berkarakter.

“Cintai keluarga dengan cinta yang terencana untuk membentuk keluarga yang berkualitas. Indonesia kuat, SDM tangguh, dan bangsa menjadi pemenang,” tutupnya.

Pada kesempatan yang sama juga dibacakan sejarah singkat Hari Keluarga Nasional. Dijelaskan bahwa peringatan setiap tanggal 29 Juni berakar dari momentum kembalinya para pejuang ke tengah keluarga setelah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia pada 29 Juni 1949.

Peristiwa tersebut kemudian menginspirasi lahirnya Hari Keluarga Nasional sebagai bentuk penghargaan terhadap keluarga Indonesia serta penguatan gerakan pembangunan keluarga yang berkualitas.(*)