Maybrat – Pemerintah Kabupaten Maybrat melaksanakan kegiatan pengobatan massal bagi masyarakat dalam rangka menyambut Hari Otonomi Khusus ke-30 serta Hari Ulang Tahun ke-17 Kabupaten Maybrat.
Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Sakit Pratama Sunere pada Senin, 27 April 2026, dan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Maybrat, Ferdinadus Solossa, SE. Turut hadir Asisten II Sekda Maybrat Engelbertus Turot, pimpinan OPD, tenaga medis dari puskesmas, serta masyarakat yang antusias mengikuti pelayanan kesehatan gratis tersebut.
Dalam laporan panitia, Engelbertus Turot menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah daerah terhadap sektor kesehatan. Ia menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan akses pelayanan kesehatan yang merata, termasuk kehadiran dokter spesialis di daerah.
“Kegiatan ini adalah bagian dari upaya mewujudkan Papua Sehat. Kami berharap masyarakat dapat merasakan langsung pelayanan kesehatan gratis dan berkualitas,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa melalui kegiatan ini, pemerintah daerah diharapkan dapat segera mengalokasikan anggaran untuk mendatangkan dokter-dokter spesialis ke Kabupaten Maybrat, khususnya di RS Pratama Sunere.
Sementara itu, dalam sambutannya, Wakil Bupati Maybrat Ferdinadus Solossa menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan merupakan prioritas pemerintah daerah, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk kondisi fiskal nasional yang belum stabil.
“Kita berharap ke depan pelayanan kesehatan semakin diperkuat, baik dari sisi tenaga medis, fasilitas, maupun sistem rujukan. Kehadiran dokter spesialis harus dimaksimalkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti tingginya angka kematian dan rendahnya angka harapan hidup di wilayah Maybrat, sehingga diperlukan langkah-langkah strategis dan bertahap untuk memperbaiki kondisi tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya, dr. Feliks Duwit, Sp.PD., M.Sc., M.P.H., merekomendasikan agar RS Pratama Sunere segera menghadirkan layanan dokter spesialis.
Menurutnya, terdapat empat pelayanan dasar dokter spesialis yang sangat penting, yaitu spesialis penyakit dalam, bedah, kebidanan dan kandungan, serta anak.
“Kehadiran dokter spesialis ini sangat penting agar masyarakat tidak perlu dirujuk keluar daerah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Minimal empat layanan dasar ini harus tersedia,” jelasnya.
Dalam kegiatan pengobatan massal tersebut, hadir empat dokter spesialis yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, yaitu:
dr. Feliks Duwit, Sp.PD., M.Sc., M.P.H. (Spesialis Penyakit Dalam)
dr. Kenedy Ginting, Sp.B (Spesialis Bedah)
dr. Jan Pieter E.A. Kambu, Sp.OG., Subsp. F.E.R (Spesialis Kebidanan dan Kandungan)
dr. Sri Riyanti, Sp.A (Spesialis Anak)
dr. Feliks juga menegaskan bahwa kondisi kesehatan masyarakat Papua saat ini memerlukan perhatian serius.
“Kita sedang menghadapi kondisi darurat kesehatan, dengan angka kematian yang tinggi dan harapan hidup yang masih rendah. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah luar biasa untuk meningkatkan pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya siap mendukung Pemerintah Kabupaten Maybrat dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, termasuk menghadirkan tenaga dokter spesialis di daerah.
