Maybrat, Tabloidsisaom.com – Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Pol. Yulianus Audie Sonny Latuheru, menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus penembakan tiga warga sipil yang terjadi di sekitar Kali Kamundan, Kampung Ainot, Distrik Aifat Timur Tengah, Kabupaten Maybrat.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri dan menerima langsung aspirasi masyarakat dalam aksi damai yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Maybrat, Kamis (20/8/2026). Aksi itu diikuti ratusan masyarakat yang menuntut agar aparat mengusut secara transparan dan profesional insiden penembakan yang melukai tiga warga sipil.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda hadir bersama Gubernur Papua Barat Daya, Ketua DPR Papua Barat Daya, Majelis Rakyat Papua (MRP), jajaran Forkopimda Provinsi Papua Barat Daya, serta Bupati Maybrat dan Forkopimda Kabupaten Maybrat. Kehadiran para pejabat tersebut bertujuan mendengarkan secara langsung aspirasi masyarakat sekaligus memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah penanganan kasus.

Dalam sambutannya, Brigjen Pol. Yulianus Audie Sonny Latuheru mengaku tersentuh oleh aspirasi yang disampaikan masyarakat.

“Ibu-ibu, bapak-bapak, yang pertama narasi dari semua yang disampaikan sangat menyentuh hati saya. Saya tahun 1990 ada di sini sebagai mahasiswa Uncen, dan saya lahir dari rahim perempuan Papua juga. Dengar baik-baik, saya Kapolda yang lahir dari perempuan Papua. Saya perhatikan betul tuntutannya, yaitu mengusut tuntas, dan kita akan usut tuntas,” ujarnya.

Kapolda menjelaskan bahwa hingga saat ini penyidik masih mengumpulkan data dan keterangan dari lokasi kejadian. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat memberikan dukungan agar proses penyelidikan dapat berjalan dengan baik.
“Saya mohon bantu kami menciptakan suasana yang aman supaya anggota bisa turun ke lapangan. Sampai sekarang saya bahkan belum bisa bicara banyak karena data yang dikumpulkan langsung dari TKP belum lengkap,” katanya.

Ia menegaskan bahwa Polda Papua Barat Daya akan bekerja secara profesional dan memanfaatkan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk mengungkap kasus tersebut hingga tuntas.

“Saya dan jajaran Polda Papua Barat Daya akan langsung bergerak. Mohon didukung. Berikan kami ruang yang aman dan nyaman agar penyidik dapat bekerja dengan baik. Kita akan menggunakan semua potensi yang ada untuk mengusut kasus ini sampai selesai,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kapolda juga mengapresiasi massa aksi, khususnya para mahasiswa, karena mampu menjaga situasi tetap kondusif selama penyampaian aspirasi berlangsung.

“Terima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang telah mengamankan jalannya aksi. Inilah demonstrasi yang baik, aspirasi tersampaikan tanpa ada fasilitas yang dirusak,” ungkapnya.

Pernyataan Kapolda disambut positif oleh para peserta aksi. Masyarakat berharap proses penyelidikan dilakukan secara transparan, profesional, dan menghasilkan kepastian hukum serta keadilan bagi para korban dan keluarga mereka. (*)