Maybrat, Tabloidsisaom.com – Bupati Maybrat, Karel Murafer, S.H., M.A., menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Maybrat, aparat pemerintah, TNI-Polri, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan dalam menjaga keamanan dan stabilitas daerah di tengah situasi yang sempat memanas akibat insiden penembakan tiga warga sipil.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati saat memimpin apel gabungan yang dihadiri Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, pimpinan OPD, ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Maybrat, para kepala distrik, dan kepala kampung di halaman Kantor Bupati Maybrat, Kamis (20/8/2026).

Dalam arahannya, Bupati mengakui bahwa beberapa pekan terakhir Kabupaten Maybrat berada dalam situasi yang tidak mudah menyusul aksi demonstrasi terkait kasus penembakan tiga warga sipil. Namun demikian, ia bersyukur seluruh rangkaian kegiatan pemerintahan, termasuk peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, dapat berlangsung dengan aman dan lancar.

“Saya mengucapkan syukur kepada Tuhan dan memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Maybrat. Walaupun daerah kita sedang menghadapi situasi yang sulit, kita mampu menjaga keamanan sehingga upacara HUT Kemerdekaan RI berjalan dengan baik,” ujar Bupati.

Ia juga mengapresiasi seluruh masyarakat, termasuk keluarga korban dan massa aksi, karena tetap menyampaikan aspirasi secara tertib tanpa merusak fasilitas pemerintah maupun aset milik masyarakat.

“Puji Tuhan, semua dapat kita kendalikan dengan baik. Tidak ada kantor pemerintah yang dirusak maupun aset masyarakat yang mengalami kerusakan. Ini menunjukkan bahwa kita semua memiliki komitmen menjaga daerah ini,” katanya.

Bupati turut menyampaikan penghargaan kepada jajaran TNI-Polri, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan situasi pascaaksi demonstrasi. Menurutnya, koordinasi yang baik dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci sehingga persoalan dapat ditangani secara damai.

Dalam kesempatan tersebut, Karel Murafer juga mengingatkan seluruh ASN, kepala distrik, kepala kampung, dan pimpinan OPD agar tetap menjaga netralitas, tidak terlibat dalam tindakan provokatif, serta fokus menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Ia menegaskan bahwa seluruh aparatur pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan dan mendukung penyelenggaraan pemerintahan, bukan memperkeruh keadaan melalui provokasi maupun penyebaran informasi yang dapat memicu konflik.

“Kita semua adalah satu komando dalam pemerintahan. Tugas kita melayani masyarakat, menjaga keamanan, dan memastikan pembangunan tetap berjalan. Jangan menjadi provokator yang justru menghambat kemajuan daerah,” tegasnya.

Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Kabupaten Maybrat agar tetap kondusif sehingga program pembangunan dapat terus berjalan.

“Daerah ini adalah milik kita bersama. Mari kita jaga dengan baik. Menyampaikan pendapat adalah hak setiap warga negara, tetapi marilah kita melakukannya secara damai dan tetap menjaga fasilitas yang telah dibangun untuk kepentingan generasi sekarang maupun yang akan datang,” tutup Bupati. (*)