Maybrat – Penamatan dan perpisahan 14 peserta didik Angkatan VIII PAUD Yamko Tahun Ajaran 2025/2026 mendapat apresiasi dari pendiri PAUD Yamko, Marius Turot, S.Pd. Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri acara penamatan dan perpisahan yang berlangsung di Aula PAUD Yamko, Kampung Konja, Kabupaten Maybrat, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal Kabupaten Maybrat, pimpinan Pos TNI Konja beserta anggota, para orang tua murid, dewan guru PAUD Yamko, serta tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Marius Turot mengenang perjalanan panjang dan penuh tantangan dalam mendirikan PAUD Yamko yang kini telah memasuki usia delapan tahun.

Menurutnya, gagasan mendirikan lembaga pendidikan anak usia dini di wilayah Yarat Maan Konja (Yamko) berawal dari keprihatinannya terhadap keterbatasan akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah tersebut. Pada tahun 2015, ia mulai mengurus berbagai persyaratan administrasi untuk mendirikan lembaga pendidikan, mulai dari pengumpulan dokumen keluarga hingga pengajuan proposal kepada Dinas Pendidikan.

“Prosesnya tidak mudah. Saya harus mendatangi rumah-rumah warga untuk mengumpulkan data dan persyaratan. Perjalanan administrasinya cukup panjang hingga akhirnya sekolah ini dapat berdiri dan mulai menerima peserta didik,” ungkapnya.

Marius menjelaskan bahwa PAUD Yamko mulai beroperasi pada 14 Juli 2017 setelah memperoleh izin resmi dari pemerintah dengan Nomor 19/16/06. Tujuan utama pendirian sekolah tersebut adalah untuk mengatasi rentang kendali pendidikan yang cukup jauh, sehingga anak-anak di wilayah Yamko dapat memperoleh pendidikan dasar sejak usia dini tanpa harus menghadapi keterbatasan akses.

“Harapan saya saat itu sederhana, yaitu bagaimana anak-anak di wilayah Yamko memiliki kesempatan yang sama dengan anak-anak di daerah lain dalam memperoleh pendidikan yang layak,” katanya.

Ia mengakui bahwa pada awal berdirinya, PAUD Yamko sempat mendapat berbagai tantangan dan sorotan dari sebagian masyarakat. Namun berkat komitmen dan dukungan berbagai pihak, lembaga tersebut mampu bertahan dan terus berkembang hingga sekarang.

Marius juga mengungkapkan bahwa selama beberapa tahun pertama, operasional sekolah berjalan secara swadaya. Bahkan honor para guru pada masa awal sebagian besar ditanggung melalui dukungan masyarakat dan sumber daya yang sangat terbatas.

“Saya bersyukur karena para guru tetap setia mengabdi. Mereka memiliki semangat yang luar biasa untuk mendidik anak-anak, meskipun dengan berbagai keterbatasan yang ada,” ujarnya.

Ia memberikan apresiasi kepada tiga guru PAUD Yamko yang hingga saat ini tetap berkomitmen mendidik generasi muda di wilayah Yamko.

“Terima kasih kepada para guru yang telah dengan sabar dan penuh kasih mendidik anak-anak hingga hari ini. Keberhasilan 14 peserta didik yang ditamatkan merupakan hasil kerja keras dan pengabdian para guru,” kata Marius.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh orang tua untuk terus mendukung pendidikan anak-anak mereka. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan peran aktif keluarga dan masyarakat.

“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Mari kita mendukung para guru dan memberikan kesempatan terbaik bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik,” pesannya.

Marius juga menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah terhadap perkembangan PAUD Yamko. Ia mengungkapkan bahwa pada Tahun Anggaran 2026, PAUD Yamko memperoleh bantuan pembangunan satu unit gedung dari Kementerian Pendidikan melalui program PAUD dan Pendidikan Masyarakat.

Selain itu, pada tahun yang sama PAUD Yamko juga memperoleh bantuan revitalisasi gedung yang saat ini sedang dalam proses pembangunan. Bantuan tersebut menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini di Kabupaten Maybrat, khususnya di wilayah Yamko.

Menutup sambutannya, Marius berharap PAUD Yamko terus berkembang dan melahirkan generasi-generasi yang kelak menjadi pemimpin, tenaga profesional, serta sumber daya manusia yang mampu membangun daerahnya.

“Anak-anak yang hari ini ditamatkan adalah harapan masa depan Yamko dan Kabupaten Maybrat. Karena itu, mari kita terus menjaga dan mendukung pendidikan mereka,” tutupnya. (*)