Konja â Umat Katolik Stasi Santo Yohanes Rasul Konja, Paroki Santo Yoseph Ayawasi, merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus melalui Perayaan Ekaristi yang berlangsung khidmat pada Minggu (7/6/2026) sore.
Perayaan misa dipimpin oleh dua imam selebran, yaitu Pastor Felix Yanggur, OSA selaku Pastor Paroki Santo Yoseph Ayawasi dan Pastor Atanasius Bame, OSA.
Misa dihadiri oleh umat Stasi Konja, Orang Muda Katolik (OMK), para orang tua wali baptis, orang tua wali penerima Komuni Pertama, serta umat dari pusat paroki.
Dalam perayaan tersebut, dilaksanakan beberapa agenda penting Gereja, yakni penerimaan Sakramen Baptis bagi lima anak, penerimaan Sakramen Komuni Pertama bagi 18 anak, serta pelantikan dan pengukuhan Orang Muda Katolik (OMK) Stasi Santo Yohanes Rasul Konja.
Dalam homilinya, Pastor Atanasius Bame menjelaskan bahwa Yesus Kristus memperkenalkan diri-Nya sebagai Roti Kehidupan yang turun dari surga untuk menghimpun dan mempersatukan seluruh umat yang percaya kepada-Nya.
Ia mengatakan bahwa 18 anak yang menerima Komuni Pertama pada hari itu telah memenuhi undangan Tuhan untuk mengambil bagian secara lebih penuh dalam kehidupan Gereja melalui Sakramen Ekaristi.
Menurut ajaran Gereja Katolik, Sakramen Ekaristi atau Komuni Kudus merupakan pusat kehidupan umat beriman. Melalui Ekaristi, umat menghormati dan mengalami kehadiran nyata Yesus Kristus yang telah menyerahkan diri-Nya demi keselamatan manusia.

“Hari ini kita merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus yang mengingatkan kita bahwa Allah senantiasa hadir dan menyertai umat-Nya. Ekaristi menjadi sumber dan puncak seluruh kehidupan Kristiani,” ungkap Pastor Atanasius dalam homilinya.
Ia juga mengingatkan umat bahwa sebelum wafat-Nya, Yesus Kristus meninggalkan dua anugerah besar bagi Gereja, yaitu Ekaristi Kudus sebagai santapan rohani umat beriman dan Bunda Maria sebagai Bunda Gereja.
Menurutnya, kedua warisan iman tersebut harus terus dihayati dan dikenangkan dalam setiap perayaan Ekaristi sebagai tanda kasih Allah kepada umat manusia.
Pastor Atanasius menegaskan bahwa Ekaristi merupakan tanda persatuan dan kesatuan umat dengan Yesus Kristus. Semakin dekat seseorang dengan Kristus, semakin kuat pula hubungan rohaninya dengan Tuhan.
“Oleh karena itu, Tubuh dan Darah Kristus menjadi puncak kehidupan iman kita. Marilah kita mengikuti ajaran dan teladan Yesus Kristus agar langkah hidup kita senantiasa berada di jalan yang benar,” pesannya kepada seluruh umat.
Perayaan yang berlangsung penuh sukacita tersebut menjadi momentum bagi umat Katolik Stasi Santo Yohanes Rasul Konja untuk memperbarui iman, mempererat persaudaraan, serta semakin menghayati makna kehadiran Kristus dalam Sakramen Ekaristi. (*)
