Maybrat — Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Maybrat bersama jajaran menyatakan keprihatinan dan kekesalan atas insiden penembakan yang mengakibatkan tiga warga sipil tertembak di sekitar pinggir Sungai Kamundan, Kampung Aifam, Distrik Aifat Timur Tengah, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Kamis (13/8/2026).

Ketua DPRK Maybrat, Silas Frasawi, mengatakan pihaknya akan segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk menginvestigasi dan mendalami kasus tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Silas bersama jajaran DPRK Maybrat kepada awak media, Jumat (14/8/2026). Ia menjelaskan bahwa dalam waktu dekat DPRK akan mengeluarkan undangan untuk menggelar rapat pembentukan tim Pansus.

“Pansus ini bertujuan untuk menginvestigasi kasus penembakan yang terjadi terhadap tiga warga sipil. Setelah hasil investigasi diperoleh, lembaga representasi rakyat Kabupaten Maybrat akan menindaklanjutinya,” ujar Silas.

Menurutnya, hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar DPRK Maybrat untuk menyurati pihak institusi TNI, Polri, serta komunitas intelijen guna membahas secara serius persoalan penembakan terhadap tiga warga sipil tersebut.
Tidak hanya berhenti di tingkat daerah, DPRK Maybrat juga berencana membawa persoalan tersebut ke tingkat nasional.

“Kami akan menindaklanjuti ke Jakarta untuk beraudiensi dengan komisi terkait di DPR RI, terutama menyangkut persoalan hukum dan keamanan. Kami juga akan menjadwalkan pertemuan dengan Panglima TNI untuk menyampaikan kondisi dan situasi yang selama ini dialami masyarakat sipil di Maybrat,” katanya.

Silas berharap pertemuan tersebut dapat menghasilkan arahan yang jelas dari pimpinan TNI kepada aparat TNI dan Polri yang bertugas di wilayah Maybrat agar pelaksanaan tugas di lapangan tetap berjalan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.

“Ini menjadi catatan penting bagi kami sebagai lembaga representasi rakyat untuk menindaklanjuti persoalan ini,” tegasnya.

Di tengah situasi tersebut, Silas juga mengimbau seluruh masyarakat sipil di Kabupaten Maybrat, khususnya masyarakat di wilayah Aifat Raya, agar tetap menahan diri dan menyampaikan aspirasi secara damai.

Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan di Tanah Maybrat sehingga masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan aman dan damai.

“Kami mengimbau kepada keluarga korban maupun seluruh warga masyarakat agar tetap menahan diri. Jangan sampai kemudian hari terjadi lagi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama seperti yang kita alami sekarang,” ujarnya.

Silas juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga situasi keamanan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia yang akan diperingati pada 17 Agustus 2026.

Menurutnya, persoalan yang telah terjadi harus diserahkan kepada pihak berwenang untuk diproses dan dicari jalan keluar terbaik.

“Permasalahan yang sudah terjadi akan dilakukan oleh pihak berwajib dengan mengambil langkah-langkah dan mencari solusi jalan terbaik,” tutup Silas Frasawi. (*)