Maybrat — Dalam rangka memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia yang jatuh pada 10 Desember, gabungan mahasiswa peduli masyarakat bersama warga menggelar aksi unjuk rasa menuju Kantor DPRK Maybrat, Rabu (10/12/2025).
Meski diguyur hujan deras, massa aksi tetap bersemangat menyuarakan aspirasi dengan mengusung tema “Selamatkan Hutan Masyarakat Adat dan Manusia Papua.”
Setibanya di halaman Kantor DPRK Maybrat, Ketua DPRK Maybrat Silas Frasawi bersama para anggota dewan menyambut massa aksi dengan hangat. Suasana orasi yang penuh semangat mewarnai jalannya aksi, saat para peserta menyampaikan kritik terhadap situasi yang dialami masyarakat sipil di Tanah Papua, khususnya di Kabupaten Maybrat.
Massa aksi menegaskan bahwa negara harus memberikan keadilan bagi masyarakat adat Papua, yang hingga kini masih mengalami tekanan serta berbagai tindakan yang merugikan dalam kehidupan sehari-hari.
Koordinator aksi, Bram Sakof, kemudian membacakan sejumlah tuntutan kepada DPRK Maybrat, di antaranya:
- Menolak secara tegas perusahaan emas PT Trikindo Raya yang beroperasi di wilayah Aifat Timur.
- Mendesak Pemkab Maybrat mencabut izin PT Kayu Irian di wilayah Ainof, Distrik Aifat, dan Aifat Timur.
- Meminta Pemkab Maybrat mencabut izin seluruh perusahaan yang berencana beroperasi di wilayah Maybrat.
- Meminta TNI–Polri menghentikan intimidasi dan penindasan terhadap masyarakat adat dalam aktivitas sehari-hari.
- Menolak pendropan militer organik maupun non-organik di wilayah Maybrat dan Tanah Papua.
- Meminta pemerintah Indonesia membuka akses bagi jurnalis asing di wilayah Papua.
- Mendesak negara menghentikan kekerasan terhadap aktivis HAM di Tanah Papua.
- Mendesak pemerintah mengusut tuntas pelanggaran HAM berat yang terjadi di Tanah Papua.
- Menolak Otonomi Khusus (Otsus) Jilid II di Tanah Papua.
- Meminta Pemkab Maybrat lebih peka terhadap penderitaan masyarakat adat, baik yang berada di wilayah konflik maupun di luar wilayah konflik.
Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua DPRK Maybrat Silas Frasawi menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran massa aksi.
“Kami berterima kasih karena aspirasi ini disampaikan secara langsung. DPRK Maybrat akan menerima dan menindaklanjuti aspirasi ini bersama pihak eksekutif, dalam hal ini Bupati dan jajarannya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa DPRK Maybrat akan mengundang koordinator aksi dalam hearing lembaga DPRK sebagai bagian dari proses tindak lanjut, guna menunjukkan keterbukaan lembaga legislatif kepada publik.
“Kami tidak ingin rakyat menilai bahwa DPRK Maybrat hanya diam. Aspirasi ini akan terus kami perjuangkan sampai ada jawaban positif bagi masyarakat adat di Tanah Papua, terlebih khusus di Kabupaten Maybrat,” tutup Silas.
