Maybrat – Bupati Maybrat, Karel Murafer, SH., MA., secara resmi meresmikan gedung Puskesmas Distrik Ayamaru Timur Selatan pada Selasa, 11 Agustus 2026. Peresmian fasilitas kesehatan tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat di wilayah yang dikenal dengan sebutan Bukit Barisan.
Kegiatan peresmian dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Maybrat, Ferdinandus Taa, unsur OPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Maybrat, anggota DPRK Maybrat, para hamba Tuhan, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh agama, intelektual, serta masyarakat dari tujuh kampung di Distrik Ayamaru Timur Selatan.
Dalam sambutannya, Bupati Karel Murafer mengatakan pembangunan fasilitas kesehatan merupakan bagian penting dari komitmen Pemerintah Kabupaten Maybrat dalam meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Menurutnya, pembangunan kesehatan merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Maybrat, khususnya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan secara efektif dan efisien serta membangun sumber daya manusia yang sehat, berkualitas, profesional, dan bermoral.
“Pembangunan yang kita laksanakan bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dan membangun sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas,” ujar Karel.

Ia menjelaskan, kehadiran gedung Puskesmas Ayamaru Timur Selatan diharapkan dapat meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat sekaligus mendukung berbagai program pemerintah, termasuk penanganan stunting, penyakit menular, serta peningkatan kesehatan ibu dan anak.
Kepada kepala Puskesmas dan seluruh tenaga kesehatan yang nantinya bertugas, Bupati Karel berpesan agar pelayanan kepada masyarakat menjadi perhatian utama.
Ia meminta para dokter, perawat, bidan, tenaga medis maupun tenaga kesehatan lainnya untuk memberikan pelayanan dengan senyum, ketulusan, kesabaran, kepedulian, dan profesionalisme.
“Yang kita banggakan bukan hanya pembangunan fisiknya. Yang paling penting adalah pelayanan nyata kepada masyarakat. Layani masyarakat dengan senyuman, ketulusan, kesabaran, dan profesionalisme,” pesannya.
Menurut Karel, tenaga kesehatan bekerja untuk melayani manusia yang membutuhkan pertolongan, bukan sekadar menjalankan rutinitas pekerjaan.
Ia menegaskan bahwa tugas melayani masyarakat harus dipandang sebagai panggilan dan bentuk pengabdian.
“Dokter, mantri, suster dan seluruh tenaga kesehatan bekerja untuk melayani manusia. Orang datang ke Puskesmas membutuhkan pertolongan dan penanganan. Karena itu, pekerjaan ini adalah misi dan panggilan yang harus diterjemahkan dalam pelayanan,” tegasnya.
Bupati Karel juga secara khusus menitipkan gedung Puskesmas yang baru diresmikan kepada seluruh masyarakat Ayamaru Timur Selatan.
Ia mengatakan gedung tersebut memiliki fasilitas yang jauh lebih baik dibandingkan sejumlah Puskesmas lainnya, bahkan dilengkapi berbagai sarana dan prasarana untuk menunjang pelayanan kesehatan.
Karena itu, ia meminta masyarakat menjadikan Puskesmas tersebut sebagai rumah bersama yang harus dirawat dan dijaga.
“Gedung ini kita lihat sangat megah, dua lantai dan dilengkapi dengan sarana serta prasarana yang luar biasa. Jadikan gedung ini sebagai rumah kita sendiri. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi?” kata Karel.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan vandalisme seperti mencoret-coret dinding, merusak fasilitas, maupun melakukan tindakan yang dapat merusak bangunan.

Menurutnya, fasilitas pemerintah yang dibangun menggunakan anggaran negara harus dipelihara dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
Bupati juga mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama, intelektual, pemuda, serta seluruh warga untuk ikut mengawasi dan menjaga fasilitas tersebut.
Selain meminta masyarakat menjaga gedung, Bupati Karel mengimbau warga agar memanfaatkan Puskesmas bukan hanya ketika sedang sakit.
Masyarakat juga diminta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, termasuk melakukan pemeriksaan tekanan darah dan pemeriksaan kesehatan lainnya.
Ia mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan pola hidup dan melakukan pencegahan terhadap berbagai penyakit yang banyak menyerang masyarakat.
“Jangan datang ke Puskesmas hanya ketika sakit. Manfaatkan juga untuk pemeriksaan rutin dan konsultasi kesehatan. Pencegahan jauh lebih penting,” katanya.
Penunjukan Kepala Puskesmas Harus Memperhatikan Kepangkatan dan Pengalaman
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Karel juga menyinggung rencana penunjukan kepala Puskesmas Ayamaru Timur Selatan.
Ia meminta Dinas Kesehatan memperhatikan ketentuan dan persyaratan dalam menentukan pejabat yang akan memimpin Puskesmas tersebut.
Menurutnya, daftar urut kepangkatan, pengalaman kerja, serta kemampuan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat perlu menjadi bahan pertimbangan.
Ia juga meminta agar dalam proses penunjukan tersebut, masukan dari tokoh masyarakat dan unsur terkait turut diperhatikan sehingga kepala Puskesmas yang ditunjuk benar-benar mampu menjalankan tugas dengan baik.
“Untuk pejabat yang nantinya ditunjuk, dinas teknis harus memperhatikan syarat-syarat yang ada, termasuk kepangkatan dan pengalaman. Kita membutuhkan orang yang mampu bekerja dan melayani masyarakat,” jelasnya.
Bupati juga mengajak masyarakat dan para tokoh di wilayah Bukit Barisan untuk mendukung kepala Puskesmas yang nantinya ditunjuk serta memberikan ruang agar tenaga kesehatan dapat bekerja dengan baik.
Dengan diresmikannya gedung baru tersebut, Pemerintah Kabupaten Maybrat berharap pelayanan kesehatan di Distrik Ayamaru Timur Selatan semakin mudah diakses, berkualitas, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di tujuh kampung dan wilayah sekitarnya. (*)
