Maybrat – Tiga warga sipil dilaporkan menjadi korban penembakan dalam insiden di kawasan Muara Kali Kamundan, Distrik Aifat Timur Tengah, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 06.00 WIT.
Peristiwa tersebut menuai kritik dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Ketua PMKRI Cabang Ende, Daniel Sakof Turot, yang mengecam tindakan tersebut dan meminta pemerintah memberikan perhatian serius terhadap situasi keamanan di Maybrat.
Menurut Daniel, apabila benar korban merupakan warga sipil yang tidak terlibat dalam konflik bersenjata, maka tindakan itu harus diusut secara transparan sesuai ketentuan hukum yang berlaku serta prinsip-prinsip hak asasi manusia dan hukum humaniter.
“Apakah ini kado 17 Agustus untuk kami?” ujar Daniel.
Ia menilai masyarakat Papua, khususnya di wilayah Aifat, masih dihadapkan pada situasi intimidasi, ketakutan, dan pengungsian akibat konflik yang terus berlangsung. Kondisi tersebut, menurutnya, berdampak pada terbatasnya aktivitas masyarakat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.
Daniel juga mengkritik pemerintah yang dinilai belum mampu mengendalikan konflik bersenjata di Kabupaten Maybrat sehingga masyarakat sipil terus menjadi pihak yang paling terdampak.
Selain itu, ia meminta Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, untuk memberikan perhatian terhadap peristiwa tersebut.
“Kalau Natalius Pigai adalah Menteri HAM dan bagian dari representasi masyarakat Papua, maka beliau perlu berbicara secara terbuka mengenai persoalan yang terjadi ini,” tutup Daniel. (*)
